Banyak dari Geeks yang mungkin sadar jika ada beberapa peristiwa ikonik Marvel yang kemudian dirubah di MCU. Sudah bukan hal yang aneh jika kemudian Marvel Studios mengdaptasi berbagai peristiiwa yang sangat ikonik yang ada di Marvel Comics ke MCU. Lagipula, MCU merupakan versi “live action” dari Marvel Comics. Meskipun begitu, beberapa peristiwa ikonik yang ada di Marvel ada yang dirubah untuk bisa muncul di MCU. Apa saja?
10. The God Butcher Saga
Peristiwa ikonik Marvel yang dirubah di MCU yang pertama adalah The God Butcher Saga. Peristiwa ikonik Marvel ini muncul dalam film Thor: Love and Thunder yang rilis pada 2022 kemarin. Diciptakan pertama kali oleh Jason Aaron dan Esad Ribic, Gorr the God Butcher pertama kali muncul di komik Thor: God of Thunder #2 pada Januari 2015. Dia berasal dari sebuah planet yang sangat suram dan menyedihkan, di mana para penduduk di planet tersebut berusaha untuk bertahan hidup dalam kondisi yang sangat keras.
Walau diterpa banyak cobaan, penduduk di planet tersebut masih menyembah para dewa. Namun, hal tersebut kemudian mengalami perubahan yang drastis ketika istri dan anak-anak Gorr meninggal. Dia mengalami krisis keyakinan dan Gorr pun berusaha untuk melakukan penyerangan terhadap para dewa. Karena itu, Gorr dihukum dan dia berencana untuk membalaskan dendamnya pada para dewa.
Thor sendiri berusaha untuk meyakinkan Gorr bahwa apa yang dia yakini tidaklah sepenuhnya benar. Pada intinya, cerite tentang Gorr the God Butcher sebenarnay sangat menyentuh dan mendalam. Sayangnya, MCU justru mengabaikan elemen penting ini. Mereka bahkan menggabungkan ceritanya dengan series lainnya, The Mighty Thor, yang memperkenalkan Jane Foster sebagai Thor baru. Banyak fans yang kecewa bagaimana Marvel menyia-nyiakan potensi Gorr dan juga cerita epik tersebut.
9. Extremis
Iron Man 3 menjadi salah satu film terbesar yang rilis di tahun 2013. Film ini disutradarai oleh Shane Black yang juga menjadi penulis skenario bersama Drew Pearce. Di film ini, Robert Downey Jr. kembali memerankan peran Tony Stark. Filmnya sendiri menceritakan tentang Tony Stark pasca film The Avengers. Dia berjuang dengan tekanan psikologis dan terobsesi untuk memperbaiki dan meningkatkan peralatan Iron Man miliknya.
Karena itulah, hubungannya dengan Pepper Potts menjadi memanas. Namun, ketika seorang teroris yang dikenal sebagai Mandarin muncul dan menimbulkan ancaman besar terhadap keamanan Amerika Serikat, Tony terlibat dalam pertempuran untuk melindungi negara dan orang-orang yang dicintainya. Filmnya sendiri merupakan adaptasi dari komik Iron Man: Extremis.
Satu perbedaan yang paling mencolok dengan versi komik adalah bagaimana jika dalam filmnya semua armor milik Tony hancur dan harus membuat ulang peralatannya dengan sederhana, di komiknya justru memeprkenalkan Extremis yang meningkatkan kemampuan dari Iron Man. Satu hal juga yang membuat para fans marah dan kecewa adalah bagaimana Mandari tersebut ternyata palsu atau hanya sekedar aktor.
8. Kree-Skrull War
Selain cerita tentang Gorr the God Butcher, MCU juga melakukan perubahan yang signifikan terhadap alur cerita pertempuran antara dua bangsa yaitu Kree dan Skrull. Peristiwa Kree-Skrull War merupakan salah satu peristiwa ikonik di Marvel Comics yang berfokus pada pertempuran panjang kedua bangsa tersebut. Dalam komiknya, bahkan para Avengers harus turut serta dalam pertempuran ini.
Namun, MCU kemudian memberikan perubahan besar dalam ceritanya. Untuk versi komik yang justru dianggap sebagai antagonis dalam ceritanya adalah bangsa Skrull. Mereka adalah bangsa yang jahat dan juga sangat ambisius. Sedangkan, untuk Kree mereka justru yang banyak terlibat dengan para karakter di bumi. Contohnya adalah sosok Mar-Vell. Hal ini kemudian dibalik dalam versi MCU.
Di film Captain Marvel diperlihatkan bagaimana justru kita melihat jika bangsa Kree yang berubah menjadi bangsa yang ambisius. Para Skrull justru harus kehilangan banyak sekali planet tempat mereka tinggal akibat invasi dari bangsa Kree. Inilah yang kemudian membuat justru MCU banyak menghadirkan cerita dari sudut pandang bangsa Skrull. Banyak juga fans yang kecewa terkait hal ini.
7. Secret Invasion
Berkaitan dengan peristiwa perpertempuran antara bangsa Skrull dan Kree, ada peristiwa lainnya yang juga tidak kalah menarik dan berhasil diadaptasi ke MCU yaitu Secret Invasion. Di komik yang ditulis Brian Michael Bendis, penyebab Secret Invasion adalah kelompok rahasia Illuminati yang sengaja pergi ke Planet Skrull di masa lalu untuk memperingatkan mereka agar tidak menyerang Bumi.
Namun, dalam prosesnya bangsa Skrull justru berhasil melakukan uji coba kepada mereka. Hal inilah malah yang membuat ratu Skrull, Veranke, makin terinspirasi untuk menguasai Bumi. Sedangkan, di MCU semuanya bermula karena sebagian kelompok Skrull merasa dikhianati oleh Captain Marvel dan Nick Fury yang tidak berhasil menunaikan janjinya untuk mencarikan rumah baru bagi bangsa Skrull di galaksi.
Sehingga, akhirnya sebagian Skrull memberontak dan memilih Bumi sebagai rumah terbaik mereka yang lebih mudah untuk didapatkan daripada harus terus menunggu janji yang tidak pernah terpenuhi. Karena awal mulanya sudah berbeda, tidak aneh jika selanjutnya ada beberapa perbedaan lain yang terjadi di series MCU Secret Invasion dan versi komik.
6. Planet Hulk
Peristiwa ikonik Marvel yang dirubah MCU selanjutnya adalah Planet Hulk. Dalam cerita komiknya kita melihat bagaimana Hulk sengaja diusir dan dikirim ke planet lain bernama Sakaar. Hal tersebut setelah Hulk dianggap sebagai ancaman besar oleh kelompok superhero rahasia bumi yaitu Illuminati. Di Sakaar, Hulk berubah menjadi seorang gladiator dan akhirnya memimpin revolusi melawan penguasa tiran, Red King.
Dalam peristiwa tersebut, karakter Hulk digali lebih dalam menunjukkan sisi kepemimpinan dan kemanusiaannya yang jarang terlihat. Hulk tidak hanya berjuang untuk bertahan hidup tetapi juga menemukan cinta dan persahabatan. Hal yang menariknya juga adalah alur ceriat Planet Hulk ini kemudian menjadi setting cerita untuk peristiwa besar lainnya yaitu World War Hulk.
Film Thor: Ragnarok sempat juga menghadirkan peristiwa ini dalam ceritanya, namun tentunya ada perubahan besar yang kemudian terjadi. Hulk memutuskan untuk menjadi gladiator yang memang dia menginginkannya. Caiera tidak pernah muncul, meskipun kemudian dia diperlihatkan memiliki anak bernama Skaar. Grandmaster menggantikan posisi dari Red King sebagai penguasa Sakaar. Meskipun sebenarnya perubahan ini tidak terlalu bermasalah, hanya saja perkembangan ceritanya menjadi tidak maksimal karena fokusnya tentu kepada sosok Thor.
5. Thor: Ragnarok
Berbicara mengenai alur cerita Thor: Ragnarok, film tersebut juga menghadirkan perubahan besar terhadap alur cerita asli komiknya. Dikenal juga dengan The Mighty Thor: Disassambled, cerita tersebut memperlihatkan Thor dan juga para sekutunya harus bertarung menghadapi beberapa lawan sekaligus. Mereka adalah Loki, Fenrir, Ulik, dan Hymer yang membawa Ragnarok ke Asgard.
Untuk menghentikan mereka, Thor pun harus membuat ulang Mjolnir dengan bantuan Surtur dan mempertaruhkan lokasi Asgard. Ketika Surtur tiba di Asgard, Thor pun berhasil mengalahkannya, mengorbankan Loom of the Fates dan Yggdrasil demi mencegah Ragnarok. Namun, ketika kemudian kita berbicara mengenai MCU ada beberapa perubahan detil yag kemudian terjadi.
Filmnya memang memperlihatkan bagaimana Thor menghadirkan keputusan yang sama. Dia memberikan kesempatan kepada Surtur untuk menghabisi Hela karena Thor tidak mampu untuk menghadapinya sendiri. Sayangnya, hal tersebut juga berarti Thor harus mengorbankan seluruh Asgard. Berbeda dengan perubahan di atas, untuk perubahan yang satu ini banyak fans yang senang dan mendukun hal tersebut. Pasalnya, MCu berhasil menghadirkan ancaman yang dahsyat dari Ragnarok itu sendiri.
4. House Of M
House of M merupakan salah satu cerita yang mengeksplorasi kekuatan luar biasa dari Scarlet Witch dan dampaknya terhadap realitas. Setelah mengalami trauma emosional, Scarlet Witch menggunakan kekuatannya untuk menciptakan dunia alternatif di mana mutan adalah mayoritas dan manusia adalah minoritas. Dalam dunia baru ini, keluarga Magneto memegang kekuasaan dan banyak karakter mengalami perubahan drastis dalam kehidupan mereka.
Keinginan dan ketakutan tersembunyi dari banyak karakter Marvel terungkap di dunia baru ini. Beberapa superhero menikmati kehidupan baru mereka, sementara yang lain merasa ada yang salah. Saat para superhero menyadari bahwa dunia ini adalah hasil manipulasi realitas oleh Scarlet Witch, mereka berusaha untuk mengembalikan dunia ke keadaan semula. Konflik ini membawa mereka dalam perjalanan yang penuh dengan ketegangan dan keputusan sulit.
House of M kemudian diadaptasi oleh MCU untuk series WandaVision yang mana dalam ceritanya Wanda menciptakan sebuah dunia bertema situasi komedi dari era lama. Dia membangun sebuah dunia – atau wilayah – yang kemudian disebut Westview. Namun, efek dari apa yang terjadi sebelumnya berlanjut hingga ke film Doctor Strange in the Multiverse of Madness. Meskipun cerita House of M lebih kompleks, namun seperti halnya Thor: Ragnarok pihak Marvel berhasil untuk mengadaptasi cerita House of M secara baik.
3. Age Of Ultron
Peristiwa penting Marvel lainnya yang mungkin disadari perubahan besarnya di MCU. Satu hal yang sama dari film dan komiknya adalah bagaimana Ultron merupakan villain utama dalam ceritanya. Film Age of Ultron sendiri menceritakan bagaimana ketakutan Tony Stark akan ancaman dari luar angkasa membuatnya kemudian menghadirkan sosok penjaga yang bernama Ultron.
Pada awalnya, Tony dan Bruce Banner sudah memogram mereka untuk menjadi android yang patuh terhadap perintah dan kuat. Namun, dalam prosesnya, Ultron justru menyadari bahwa manusia adalah ancaman yang sebenarnya dan dia memutuskan untuk menyerang balik umat manusia. Film ini diadaptasi dari cerita komik dengan judul yang sama dengan banyak hal yang berbeda.
Pertama adalah di komiknya Hank Pym yang justru menjadi pencipta Ultron, bukan Tony. Kedua, filmnya hanya menghadirkan upaya dari Ultron mengambil alih dunia sebelum kemudian Avengers menghentikannya. Di komik, justru Ultron sudah berhasil melakukannya memaksa para superhero untuk bersembunyi dan mencari cara mengalahkan robot tersebut. Bahkan, ada elemen perjalanan waktu dalam ceritanya.
2. Civil War
Captain America: Civil War merupakan salah satu film di MCU yang menghadirkan crossover epik yang bukan dari series Avengers. Filmnya sendiri rilis pada tahun 2016 di mana ceritanya berfokus pada anggota Avengers yang menjadi sorotan dunia atas berbagai tindakan heroik mereka yang memunculkan dua sisi. Di satu sisi, tindakan heroik tersebut mampu menyelamatkan dunia dan banyak nyawa yang tidak berdosa.
Di sisi lain, nyawa tidak berdosa itu juga menjadi korban tambahan atas tindakan heroisme mereka. Puncaknya, mereka bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada Sokovia. Pemerintah dan seluruh dunia ingin para superhero berada dalam kendali mereka agar tidak ada lagi hal semacam itu. Hal ini pun memunculkan kontroversi dan perdebatan di kalangan Avengers.
Ada yang setuju dan ada yang menolaknya. Akhirnya, perbedaan itu membuat para pahlawan terbaik menjadi dua kubu antara tim Captain America dan Iron Man. Sebenarnya, mayoritas ceritanya sudah sesuai dengan versi komik. Hanya saja ada beberapa elemen yang hilang. Misalnya, selain masalah Sokovia, sebenarnya di komiknya ada masalah mutant yang jadi penyebab munculnya registrasi tersebut. Kemudian, skala pertempuran dan superhero yang terlibat nampak sangat beda di mana dalam versi komik pertarungannya sangat brutal dan masif.
1. Infinity Gauntlet
Peristiwa ikonik Marvel yang dirubah MCU terakhir adalah Infinity Gauntlet yang muncul di film Avengers: Infinity War. Setelah 10 tahun lamanya, MCU akhirnya memutuskan untuk menghadirkan alur cerita penutup bagi saga yang mereka jalani saat itu yaitu Infinity Saga. Dibangun sejak 2008, Infinity Saga sendiri memperkenalkan Thanos sebagai villai utamanya di mana dia berusaha mengumpulkan kelima Infinity Stones.
Puncaknya adalah Thanos akhirnya muncul dan jadi lawan para Avengers di film Infinity War. Filmnya sendiri merupakan adaptasi dari komik populer The Infinity Gauntlet. Beberapa momen epik dan hal yang ada dalam komiknya memang dihadirkan juga dengan apa yang ada di alur cerita filmnya. Misalnya, momen Thanos berhasil mengumpulkan Infinity Stones dan melakukan Decimation.
Perbedaan terbesar antara versi film dan komik di alur cerita ini adalah alasan Thanos melakukan Decimation dan mencuri Infinity Stones. Dalam filmnya, Thanos melakukan hal tersebut demi mengembalikan keseimbangan alam semesta dengan menghapus separuh penduduk. Namun, dalam cerita komiknya alasan Thanos melakukan hal tersebut tidak lain untuk mencuri perhatian dari sosok yang dia cintai, Lady Death. Absennya Adam Warlock dalam cerita ini jadi perbedaan lainnya antara versi komik dan film.










Comments
Post a Comment